Denyut Jantung Tidak Teratur dan Sering Cepat? Apakah Penyebab nya?

 

 

Di Upload Pada: 28-09-2021

Ketika kalian merasakan denyut jantung yang cepat dan tidak teratur dan mengalami keluhan sesak serta kelelahan bisa jadi mengalami Fibrilasi Atrium. Fibrilasi Atrium adalah gangguan irama jantung. Fibrilasi Atrium merupakan kondisi adanya ketidakteraturan pada denyut karena ada gangguan sinyal listrik pada serambi jantung. Detak jantung tidak teratur menjadi sangat berbahaya bila tidak ditangani dengan tepat. Bilamana terjadi gerakan jantung yang tidak teratur akan menimbulkan gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah di jantung dan otak sehingga meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung.

Secara umum pasien akan merasakan berdebar dan mudah Lelah. Fibrilasi Atrium ditandai dengan denyut jantung yang ireguler, dengan frekuensi denyut bisa lambat (kurang dari 60 kali/menit), normal (antara 60 – 100 kali/menit) atau cepat (lebih dari 100 akli/menit). Denyut jantung yang tidak teratur menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman dan semakin terasa pada saat peningkatan aktifitas fisik.

Fibrilasi Atrium dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :

  1. Paroxysmal – paling ringan dimana Fibrilasi Atrium dapat hilang timbul secara spontan
  2. Persistent – dapat dikembalikan ke irama sinus dengan pemberian obat atau tindakan medis
  3. Permanent  - tidak dapat lagi disembuhkan

Maka dari itu penting untuk mengetahui gejala Fibrilasi Atrium sejak dini agar keadaan permanent dapat dicegah. Hingga saat ini belum diketahui secara jelas apa penyebab Fibrilasi Atrium. Namun ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap fibrilasi atrium, yaitu:

  • Stres
  • Hipertensi
  • Diabetes melitus
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Obesitas

Hal penting dalam pengobatan fibrilasi atrium yaitu mengobati kelainan iramanya itu sendiri dan pencegahan komplikasi pembentukan bekuan darah dengan meminum obat-obatan antikoalguan. Obat antikoalguan adalah obat untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, akan tetapi perlu di ingat jika mengkonsumsi obat ini diperlukan kontrol tingkat keenceran darah yang baik, melalui pemeriksaan laboratorium berkala.

Jika gagal dengan obat maka tindakan ablasi merupakan pilihan selanjutnya. Ablasi adalah tindakan invasif untuk memperbaiki sistem listrik jantung yang terganggu pada kelainan irama jantung/aritmia. Irama jantung yang merupakan hasil akhir dari kerja sistem listrik jantung akan kembali normal setelah tindakan ablasi.

 

Diverifikasi oleh:

dr. Teuku Muhammad Haykal, Sp.JP

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

RS Jantung Jakarta

 

Sumber Gambar :

https://www.freepik.com/free-photo/stethoscope-cardiogram-with-eyeglasses_2947966.htm#page=1&query=electrocardiogram&position=10&from_view=search