Pengaturan Makanan dan Obat-Obatan Jantung Selama Berpuasa

Muncul banyak pertanyaan terkait konsumsi obat jantung dan makanan selama berpuasa. Di antaranya apakah obat-obatan jantung harus tetap dikonsumsi? Apakah dihentikan?

Di Upload Pada: 29-04-2021

Muncul banyak pertanyaan terkait konsumsi obat jantung dan makanan selama berpuasa. Di antaranya apakah obat-obatan jantung harus tetap dikonsumsi? Apakah dihentikan? Jawabannya adalah obat-obatan jantung harus tetap dikonsumsi secara rutin selama bulan puasa untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi akibat penyakit jantung. Ada beberapa obat-obatan yang perlu penyesuaian, tentunya harus dengan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu.

1. Obat pengencer darah

Anti jantung platelet atau pengencer darah seperti acetyl salicylic acid (ASA) bisa diberikan setelah makan sahur atau buka puasa. Namun untuk penderita dengan penyakit lambung sebaiknya diberikan setelah berbuka puasa. Pemilihan obat pengencer darah bagi pasien dengan penyakit lambung lebih baik dengan pilihan tablet yang bersalut enterik (enteric coated) yang dapat melewati lambung tanpa menyebabkan iritasi. Bila perlu dapat diberikan obat lambung.

2. Obat kolesterol

Obat Golongan Statin harus tetap dikonsumsi terutama pada penderita penyakit jantung koroner. Obat tersebut tidak hanya berfungsi untuk menurunkan kolesterol jahat, tapi juga untuk stabilisasi plak sehingga terhindar dari serangan jantung. Obat golongan Statin sebaiknya diberikan pada malam hari karena enzim yang menghasilkan metabolisme kolesterol lebih aktif pada malam hari.

3. Diuretik

Saat berpuasa, obat diuretik seperti furoseme bisa jadi dikurangi dosisnya selama berpuasa. Tentu hal ini harus dikonsultasi dengan dokter jantung dan pembuluh darah yang mengetahui riwayatnya terlebih dahulu. Furosemide sebaiknya diminum saat berbuka puasa untuk menghindari dehidrasi dan lemas bila diminum saat pagi hari.  Pembatasan cairan pada penderita gagal jantung juga penting sesuai dengan rekomendasi dokter.

4. Obat anti hipertensi

Obat tekanan darah tinggi baik diminum pada malam hari dibandingkan dengan pagi hari. Pasien yang minum obat tekanan darah tinggi sebelum tidur mengalami penurunan risiko serangan jantung, gagal jantung, stroke dan kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Namun demikian pemberian obat anti hipertensi bersifat individual.

Obat anti hipertensi bisoprolol memiliki penyerapan yang lebih baik pada pagi hari sehingga sebaiknya diberikan saat sahur. Penyesuaian obat selama berpuasa sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter

 

Mulailah konsumsi makanan ini saat berbuka dan sahur

Mulailah konsumsi makanan untuk Kesehatan jantung anda. Terutama saat sahur dan berbuka, sebaiknya konsumsi sayuran dan buah-buahan sangat baik pada saat sahur & buka puasa karena mengandung kalium yang dapat mengurangi efek natrium pada tekanan darah. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak kalium adalah: pisang, jeruk, melon, blewah, terong, mentimun, dan sayuran hijau. Namun demikian makanan tinggi kalium seharusnya diwaspadai pada penderita gagal ginjal kronik.

Untuk orang dengan hipertensi, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kandungan garamnya tinggi. Hal ini dikarenakan garam dapat memicu kenaikan tekanan darah secara cepat. Sebaiknya dilakukan pembatasan asupan garam dalam makanan setidaknya 2 gram per hari atau sekitar satu sendok teh. Konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda juga sebaiknya dibatasi.

Gandum utuh atau biji-bijian yang utuh adalah sumber serat yang sangat baik yang berperan mengatur tekanan darah dan kesehatan jantung. Sehingga bisa menjadi pilihan menu makanan saat sahur dan berbuka.

Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans saat berbuka dan sahur sangat penting untuk membantu mengurangi kolesterol di dalam tubuh. Tingginya kadar kolesterol bisa menimbulkan plak di pembuluh darah yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke. Sebaiknya mengonsumsi  sumber lemak yang dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik) seperti alpukat, almond, minyak zaitun dan minyak canola.

Sumber protein rendah lemak seperti daging tanpa kulit atau lemak, ikan, telur, kacang kedelai, tahu, tempe, susu skim atau rendah lemak dapat dipilih untuk mencegah meningkatnya kolesterol.

Tips aman berpuasa pada penderita jantung

Selama bulan puasa, sebaiknya konsumsi makanan secukupnya, porsi kecil, dan tidak melakukan “balas dendam” saat berbuka puasa. Kurangi makanan berlemak dan banyak garam, seperti gorengan atau makanan cepat saji. Perbanyak sayuran dan buah-buaha serta makanan berserat seperti gandum atau biji-bijian. Luangkan waktu untuk beristirahat dan tidur yang cukup. Cukupi minum air setidaknya 8 gelas sehari kecuali bila dokter menyarankan pembatasan cairan pada kondisi gagal jantung. Dan yang terpenting adalah periksakan diri ke dokter bila terdapat keluhan atau konsultasikan obat-obatan rutin yang dikonsumsi.

Semoga Kesehatan jantung anda tetap terjaga, salam jantung sehat.

 

Source : Confirmed by dr. Teuku Muhammad Haykal Sp.Jp