Program Rehabilitasi Jantung

Di Upload Pada: 17-01-2023

Program rehabilitasi pada penderita gangguan jantung merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan dan menjaga kondisi jantung, terutama pada gangguan pembuluh darah dan katup jantung. Pada program ini pasien dilatih agar dapat kembali menjalankan hidup secara optimal dan produktif. Karena program ini didasarkan pada pengetahuan fisiologis, psikologis, sosial, vocational dan rekreasional. Program ini meliputi terapi latihan, konseling psikologis, terapi perilaku menuju gaya hidup sehat secara multi fase secara individual dan komunitas.

Tujuan Rehabilitasi Jantung

  • Meningkatkan kapasitas fungsional, mengontrol faktor risiko, mencegah progresivitas penyakit, mengurangi risiko kematian mendadak, dan perawatan ulang.
  • Menjadikan kualitas hidup dan kepercayaan diri menjadi lebih baik, mengatasi kecemasan dan depresi, fungsi seksual menjadi lebih baik.
  • Agar pasien dapat bekerja kembali hingga melakukan aktivitas kehidupan sehari hari secara mandiri.
  • Untuk mengurangi waktu perawatan, penggunaan obat-obatan, dan perawatan ulang.

Manfaat Mengikuti Rehabilitasi

  • Menstabilkan tekanan darah
  • Menjaga agar berat badan tetap stabil
  • Menjaga kadar kolesterol yang sehat
  • Menyeimbangkan kadar gula
  • Menurunkan stress
  • Mengurangi depresi dan anxietas
  • Meningkatkan sirkulasi darah
  • Meningkatkan kekuatan otot
  • Meningkatkan semangat untuk tetap sehat

Apa Yang Diperoleh Dalam Rehabilitasi Jantung

Dalam proses rehabilitasi, dokter spesialis rehabilitasi medik biasanya akan memeriksa dan  mempelajari berkas - berkas penunjang pasien, setelah semuanya dilakukan, dokter bersama tim fisioterapis akan mengatur tahap berikutnya yakni tes pembebanan jantung serta aktivitas, hingga melakukan rehabilitasi yang terbagi atas tiga fase, yaitu:

- Perawatan Rehabilitasi Fase I

Dalam perawatan fase I, dokter instalasi rehabilitasi bersama fisioterapis akan   bekerjasama   secara   terpadu   dengan unit-unit perawatan inap untuk memantau pasien selama dirawat. Secara berangsur-angsur pasien biasanya akan dipandu untuk melakukan latihan pernapasan, latihan lingkup gerak sendi, dan mobilisasi dini secara bertahap. Setelah pasien dipindahkan ke ruang perawatan non-kritis, pasien perlahan akan dilatih bersama fisioterapis dan perawat untuk mulai melakukan aktivitas ringan secara fungsional seperti toileting, grooming dan latihan mobilisasi bertahap hingga pasien mampu untuk mobilisasi jalan secara mandiri.

Rehabilitasi Fase II

Pada fase ini, latihan tetap melalui pemantauan dan pengawasan fisioterapis dan perawat  dikepalai dokter, berpusat di luar ruangan dan dilakukan secara berkelompok. Meski dilakukan di lapangan / outdoor, program ini akan dipantau dan dinilai sehingga pasien harus aktif melapor kepada petugas rehabilitasi (fisioterapis dan perawat). Dari hasil laporan yang diberikan pasien, tim rehabilitasi medik akan menentukan apakah ada latihan yang harus ditambah atau dikurangi. Setelah 1 bulan (12 kali latihan), dokter bersama tim rehabilitasi medik akan melakukan tes evaluasi pada pasien. Di samping  latihan rutin,  RS  Jantung  Jakarta akan  memberikan panduan untuk menanggulangi rasa takut dan cemas berlebihan dan cara menghitung denyut nadi yang benar, serta edukasi terkait pola makan dan pola hidup yang sehat. Ini dilakukan agar pasien dapat menjalani aktivitas dengan baik, dan bahagia berkumpul lagi dengan keluarga. Setelah berlatih selama maksimal selama 2  bulan, pasien  diharapkan mengalami peningkatan kemampuan aktivitas dan fisik, sehingga dapat dinyatakan lulus dalam mengikuti fase II.

Rehabilitasi Fase III

Pada tahap ini, pasien akan melanjutkan program selama III bulan berupa latihan lanjutan secara komunitas serta latihan penguatan dan pembebanan. Namun setiap bulannya pasien diharuskan untuk melakukan kontrol sebagai fungsi pengawasan dan evaluasi lanjutan oleh dokter rehabilitasi. Fase ini sangat penting untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kemampuan fisik, fungsional dan pekerjaan pasien serta dalam kehidupan sehari-hari.